Jumat, 31 Oktober 2014

Tugas 1 Softskill

Jurnal Etika Bisnis

Jurnal 1

1.      Judul: Etika Bisnis Dalam Mobile Marketing (Studi Deskriptif Kualitatif Pada Jualan Branded Group Dan Apriliza Shop)
2.      Nama: Bob Sefias Reagan
3.      Tahun: 2014

Etika bisnis adalah seni dan disiplin dalam menerapkan prinsip-prinsip etika untuk mengkaji dan memecahkan masalah-masalah moral yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mengidentifikaskan dan menganalisis penerapan etika bisnis dalam mobile marketing yang dilakukan oleh reseller fashion melalui Blackberry Messenger (BBM).

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan fokus penelitian mengamati etika bisnis ditinjau dari sudut pandang reseller bisnis dan konsumen reseller fashion dalam group BBM serta menemukan model etika bisnis dalam mobile marketing. Informan dalam penelitian ini adalah jualan branded group dan Apriliza Shop sebagai reseller fashion. Sedangkan untuk analisis data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa bisnis reseller fashion juga memerlukan etika bisnis.

Etika bisnis menjadi semakin penting ketika kegiatan bisnis dilakukan secara online karena transaksi berlangsung secara tidak tatap muka, seperti bisnis reseller fashion adalah kejujuran, tanggung jawab, bersaing secara sehat, responsif, ramah, peduli dengan pelanggan, dedikasi yang tinggi. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa reseller fahion percaya dengan menerapkan etika bisnis dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan loyalitas dari konsumen. Dan adanya peningkatan penjualan seiring dengan meningkatnya kepercayaan konsumen dan loyalitas konsumen terhadap reseller fashion.

Jurnal 2

1.      Judul: Pengaruh Budaya Organisasi Dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Di Lingkungan Yayasan Taruna Bakti Bandung
2.      Nama: Agus Garnida

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat budaya organisasi, kepuasan kerja pegawai, dan kinerja pegawai di lingkungan Yayasan Taruna Bakti Bandung; menganalisis dan mengukur adakah pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja pegawai di lingkungan Yayasan Taruna Bakti Bandung; menganalisis dan mengukur adakah pengaruh kepuasan kerja pegawai terhadap kinerja pegawai di lingkungan Yayasan Taruna Bakti Bandung; serta menganalisis dan mengukur adakah pengaruh budaya organisasi dan kepuasan kerja pegawai terhadap kinerja pegawai di lingkungan Yayasan Taruna Bakti Bandung. 

Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan eksplanatori survei. Teknik sampling yang digunakan simple random sampling (SRS). Instrumen penelitian utama menggunakan angket. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda. 

Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa hubungan budaya organisasi dengan kinerja pegawai berada pada kisaran yang sedang. Hubungan kepuasan kerja dengan kinerja pegawai berada pada kisaran yang kuat. Hubungan budaya organisasi dan kepuasan kerja dengan kinerja pegawai berada pada kisaran yang sangat kuat. Budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai; kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai; serta budaya organisasi dan kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai secara simultan. Kepuasan kerja memberikan pengaruh lebih besar terhadap kinerja pegawai dibandingkan dengan budaya organisasi.

Jurnal 3

1.      Judul: Pengaruh Etika Bisnis Dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Terhadap Kinerja Organisasi (Penelitian Pada Pegawai PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Cianjur)  
2.      Nama: Resti Yulistria

Masalah yang menjadi kajian pada penelitian ini adalah mengenai kinerja organisasi. Variabel yang mempengaruhi kinerja organisasi dalam penelitian ini adalah etika bisnis dan tanggung jawab sosial perusahaan. Berdasarkan hal tersebut, analisis dalam penelitian ini mengungkap “apakah terdapat pengaruh antara etika bisnis dan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap kinerja organisasi.”

Metode penelitian yang digunakan adalah Explanatory Survey, dengan teknik pengumpulan data kuesioner skala lima kategori Likert. Sumber data diperoleh dari populasi pegawai PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Kantor Cabang Cianjur. Teknik pengolahan data yang digunakan adalah regresi. Teknik ini digunakan untuk mengukur pengaruh yang disebabkan variabel bebas terhadap variabel terikat.Variabel etika bisnis diukur melalui indikator otonomi, keadilan, kejujuran, saling menguntungkan, dan integritas moral, dan variabel tanggung jawab sosial perusahaan diukur melalui indikator market actions, mandated actions, dan voluntary actions. Kedua variabel bebas tersebut diukur berdasarkan persepsi pegawai. Adapun variabel kinerja organisasi diukur melalui indikator perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran yang diukur berdasarkan kondisi riil tingkat kinerja organisasi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Cianjur.

Hasil penelitian secara deskriptif menunjukkan bahwa etika bisnis PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Cianjur berada pada kategori tinggi sedangkan untuk tanggung jawab sosial perusahaan dan tingkat kinerja organisasi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Cianjur berada pada kategori cukup. Oleh karena itu, penelitian ini dapat memberikan manfaat berupa perbaikan kinerja organisasi di PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Cianjur untuk selanjutnya dijadikan dasar dalam menganalisis tingkat kinerja organisasinya.



Kamis, 19 Juni 2014

Tugas Sofskill : Puisi


 “ Hanya Dirimu”
Saat bunga mulai bermekaran
Saat itulah kau akan tahu
Saat embun menetes dari dedaunan
Saat itulah kau akan mengerti

Diriku tak sesempurna itu
Diriku tak semenarik itu
Diriku bukanlah dirinya
Diriku adalah aku yang tak kau tahu

Apa artinya cinta jika kau tutup sebelah mata
Apa artinya rindu jika warnanya kelabu
Kau tidak akan pernah mengerti
Tidak dirinya, tidak diriku, hanya dirimu

Selasa, 08 April 2014

Resensi Film



Judul        : Divergent
Genre       : Action, Adventure, Sci-Fi.
Durasi       : 139 menit
Sutradara : Neil Burger
Pemain      : Shailene Woodley, Theo James, Kate Winslet.

Sinopsis

Film ini diangkat dari novel fiksi ilmiah berjudul sama Divergent (Berlainan) karya penulis Amerika Serikat Veronica Roth. Berlatar belakang di masa depan setelah perang dunia, umat manusia dibagi menjadi 5 faksi. Abnegation “The Selfless” untuk orang-orang yang tidak egois dan tanpa pamrih, Amity “The Peaceful” untuk orang-orang yang cinta damai, Candor “The Honest” untuk orang-orang yang jujur, Erudite “The Intelligent” untuk orang-orang yang cerdas, dan Dauntless “The Brave” untuk orang-orang yang pemberani. Setiap tahunnya, semua penduduk yang berusia enam belas tahun harus mengikuti tes bakat yang akan menentukan faksi yang paling cocok bagi mereka. Setelah menerima hasil tes, mereka harus memutuskan apakah akan tetap tinggal bersama keluarga atau bergabung dengan faksi baru.

Cerita ini diawali ketika seorang gadis bernama Beatrice Prior yang diperankan oleh Shailene Woodley berasal dari keluarga Abnegation akan mengikuti tes bakat. Hasil tes menunjukan bahwa ia menonjol dalam banyak hal dan ini termasuk langka, ia adalah seorang Divergent. Namun hal tersebut harus ia sembunyikan karena kaum Divergent dianggap membahayakan. Beatrice akhirnya memilih meninggalkan faksi Abnegation untuk bergabung dengan para pemberani di Faksi Dauntless.

Meninggalkan orang tuanya, membuang namanya untuk hidup bersama faksi yang baru, Beatrice menjadi Tris, berharap menemukan jati dirinya bersama para Dauntless. Namun, Tris harus lulus tes inisiasi terlebih dulu agar bisa diterima. Tak ada jalan kembali. Tak lulus inisiasi berarti Tris akan bergabung dengan orang-orang yang terbuang dan hidup menggelandang. Para calon Dauntless diharuskan bertarung untuk benar-benar menjadi anggota dari Faksi Dauntless, mulai dari bertarung fisik sampai mental, dan pada akhirnya, hanya sepuluh orang saja yang akan diterima sebagai anggota.

Klimaks dari film ini adalah ketika faksi Erudite ingin menguasai pemerintahan yang sebelumnya dipimpin oleh faksi Abnegation. Dengan memengaruhi faksi Dauntless, faksi Erudite berusaha menghancurkan faksi Abnegation dan memusnahkan para Divergent. Disitulah Tris harus menyelamatkan keluarganya dan menyelamatkan dirinya.

Kelebihan dari film ini adalah ceritanya yang menarik dan mendebarkan dengan visual effect yang bagus serta acting para pemainnya yang sempurna, adegang demi adegan dalam film ini dikemas dengan rapih dan mudah dipahami sehingga kita betah untuk duduk hampir 2jam setengah di bangku bioskop.


Pesan moral yang dapat kita ambil dari film ini adalah kita diajarkan untuk lebih mengenal jati diri kita dan tujuan hidup kita. Saya ingin menjadi orang yang pintar tetapi tidak hanya pintar, namun jujur, baik, tidak egois, dan juga pemberani. Janganlah kita mengkategorikan orang-orang menjadi beberapa bagian karena setiap orang berbeda, kita tidak hanya handal dalam satu hal saja tetapi dalam banyak hal. Di film ini juga diajarkan untuk memperjuangkan hak kita dan menyelamatkan orang-orang yang kita cintai.

Minggu, 30 Maret 2014

Tugas Softskill: Sagoo Kitchen

Dengan banyaknya restoran atau rumah makan yang bermunculan saat ini tentu saja pemilik restoran atau rumah makan tersebut harus pintar-pintar menarik minat para konsumen agar mau makan ditempatnya dan menjadi pelanggan setia supaya tidak kalah saing dengan pebisnis makanan lainnya. Hal yang ditawarkan untuk menarik minat konsumen diantaranya adalah menu makanannya yang lezat, harganya yang terjangkau, serta tempat dan suasananya yang nyaman, unik dan menarik. Selain itu pelayanannya yang ramah juga menjadi faktor penting.

Hal-hal tersebut dimiliki oleh restoran Sagoo Kitchen yang berada di Margo City Mall Ground Floor No.4
Jl. Margonda Raya No. 358, Margonda – Depok. Sagoo Kitchen adalah restoran yang mengusung gaya yang unik khas tempo dulu. Menu yang disajikan memiliki cita rasa yang lezat khas tempo dulu. Dari penulisan nama-nama menunya juga masih menggunakan ejaan lama, misalnya mie Djawa, kroepoek banjoer, bestik sapi djawa.



Saat berkunjung ke Sagoo Kitchen saya memesan menu Kway Teow Njemek (Kwetiau Nyemek) dan Nasie Goreng Sagoo. Rasanya sangat lezat dengan porsi yang besar. Kita pun tidak harus menunggu lama untuk menyantap menu yang kita pesan. Sedangkan minumannya saya memesan Ijs Seroet Mangga (Es Serut Mangga) dan Djoes Melon (Jus Mangga). Ukurannya pas dengan rasa yang segar sangat pas untuk menghilangkan dahaga. Menu makanan yang ada di Sagoo Kitchen sendiri berkisar Antara Rp.17.000,- s/d Rp.38.500,- sedangkan minumannya berkisar Antara Rp.7.000 s/d Rp.24.000


Restoran yang buka mulai dari jam 10.00 WIB s/d 22.00 WIB ini memiliki tempat dengan design yang menarik. Di depan restonya ada rak-rak tempat makanan cemilan, juga ada bakul-bakul isinya aneka snack yang dijualnya, ada payung-payung menggantung diatap restonya. Tempatnya memanjang ke belakang, ada smooking area dan no smooking area. Dari mulai kursi, meja, dan pernak-pernik di dalam resto ini masih ala Jadul. Di depan kursi dan meja makan yang saya duduki ada satu ruangan seperti bar tempat para pelayannya menerima pesanan yang juga terbuat dari kayu-kayu dan ada pembatas gordynnya ke dapur yang juga memakai kain gendongan batik.




Pelayanannya pun ramah dan tanggap kepada konsumen, dengan menggunakan seragam batik hijau dan celana hitam, para pelayannya terlihat rapi dan bersih. Saya mewawancarai salah satu pengunjung untuk mengetahui bagaimana tanggapannya tentang restoran Sagoo Kitchen yang ada di Margo City.

A: “Apa kesan pertama anda saat melihat restoran Sagoo Kitchen ini?”
B: “Pas pertama liat sih tempatnya eye catching banget, unik kaya jaman dulu gitu deh”
A: “Lalu setelah anda masuk, bagaimana suasana tempatnya?”
B: “Tempatnya nyaman banget bersih designnya lucu, saya jadi foto-foto mulu hehe”
A: “Menurut anda bagaimana dengan menu yang disediakan disini?”
B: “Rasanya enak kok, nama menunya juga lucu kaya bacaan jaman dulu tapi saya agak susah bacanya”
A: “Bagaimana dengan harganya?”
B: “Harganya paslah dikantong ga mahal-mahal banget”
A: “Bagaimana dengan pelayanannya?”
B: “Pelayannya ramah-ramah”
A: “Apa kritik dan saran untuk restoran Sagoo Kitchen ini?”
B: “Sarannya kasih diskon mungkin untuk pelajar dan mahasiswa, kalo kritik kayanya ga ada deh”
A: “Kalau begitu terima kasih atas waktu dan kesediaannya untuk di wawancara”
B: “Iya sama-sama”


Minggu, 17 November 2013

Kalimat Inti

Kalimat sederhana merupakan kalimat yang strukturnya menjadi dasar struktur kalimat suatu bahasa . Kalimat itu ditandai oleh faktor kesesuaian bentuk makna, fungsi, kesederhanaan unsur, dan posisi atau urutan unsur. Menurut kesesuain bentuk maknanya., kalimat sederhana memiliki bentuk yang utuh atau legkap.

Menurut fungsinya, kalimat sederhana adalah kalimat berita. Ditinjau dari segi kesederhanaannya, kalimat sederhana memiliki unsur-unsur minimal. Berdasarkan urutan unsur-unsurnya, posisi gatra-gatra kalimat sederhana berurutan menurut segi ketergantungan di antara sesamanya. Sifat ketergantungan ini ditentukan oleh struktur fungsionalnya: SP, SPO, SPK, SPOK.

Syarat pertama struktur kalimat sederhana adalah bentuknya yang lengkap, dengan kata lain kalimat sederhana termasuk kalimat lengkap. Kelengkapan bentuk kalimat sederhana merupakan kelengkapan minimal. Artinya, bila unsur-unsur kalimat itu ditiadakan, maka kalimat itu bukan lagi kalimat sederhana.

Contoh:
·        Dia duduk.
·        Dia berlari.
·        Dia menangis.
·        Dia membaca.
·        Irwan menangis.
·        Ibu memasak.
·        Dewi menjahit.
·        Agus mandi.
·        Adik tertawa.
·        Kakak tersenyum



Minggu, 10 November 2013

Perilaku Konsumen

Pengambilan Keputusan Pembelian

Dalam pengambilan keputusan merupakan suatu proses kegiatan pembelian yang tampak hanyalah satu tahap dari keseluruhan proses pembelian konsumen.
Basu Swasta dan T. Hani Handoko, (1982, Hal. 103 ) proses pengambilan keputusan melalui lima tahap yaitu :

1. Menganalisis atau pengenalan kebutuhan dan keinginan.
Dalam penganalisaan kebutuhan dan keinginan suatu proses ditujukan untuk mengetahui adanya kebutuhan dan keinginan yang belum terpenuhi. Jika suatu kebutuhan diketahui, maka konsumen akan memahami adanya kebutuhan yang segera dipenuhi atau masih ditunda pemenuhannya. Tahap ini adalah proses pembelian mulai dilakukan.

2. Pencarian informasi dan penilaian sumber – sumber.
Pencarian informasi dapat bersifat aktif atau pasif, internal atau eksternal, pencarian informasi yang bersifat aktif dapat berupa kunjungan terhadap beberapa toko untuk membuat perbandingan harga dan kualitas produk, sedangkan pencarian informasi pasif hanya dengan membaca iklan di majalah atau surat kabar tanpa mempunyai tujuan khusus tentang gambaran produk yang diinginkan.

Pencarian informasi internal tentang sumber – sumber pembelian dapat berasal dari komunikasi perorangan dan pengaruh perorangan yang terutama berasal dari komunikasi perorangan dan pengaruh perorangan yang terutama berasal dari pelopor opini, sedangkan informasi eksternal berasal dari media masa dan sumber informasi dari kegiatan pemasaran perusahaan.

3. Penilaian dan seleksi terhadap alternatif pembelian.
Meliputi dua tahap yaitu menetapkan tujuan pembelian dan menilai serta mengadakan seleksi terhadap alternatif pembelian berdasarkan tujuan pembelian.
Tujuan pembelian bagi masing – masing konsumen tidak selalu sama, tergantung pada jenis produk dan kebutuhannya.

4. Keputusan untuk membeli.
Tahapan dalam proses pengambilan keputusan pembelian dimana konsumen benar – benar membeli produk. Keputusan untuk membeli atau tidak produk yang ditawarkan. Keputusan untuk membeli yang diambil oleh pembeli sebenarnya merupakan kesimpulan dari sejumlah keputusan, misalnya : keputusan tentang jenis produk, bentuk produk, jumlah produk dan sebagainya. Apabila produk yang dihasilkan perusahaan sesuai dengan apa yang diharapkan konsumen untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan, maka produk tersebut mampu menarik minat untuk membeli. Bila konsumen dapat dipuaskan maka pembelian berikutnya akan membeli merk tersebut lagi dan lagi.

5. Perilaku sesudah pembelian.
Setelah melakukan pembelian produk, konsumen akan mengalami suatu tingkat kepuasan atau ketidakpuasan. Konsumen akan melakukan tindakan setelah kegiatan membeli dalam hal penggunaan produk tersebut sehingga harus diperhatikan oleh pemasar bahwa tugas pemasaran tidak berakhir ketika produk sudah dibeli tetapi terus sampai pada periode setelah pembelian.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan Membeli

Tujuan kegiatan pemasaran adalah mempengaruhi pembeli untuk bersedia membeli barang dan jasa perusahaan  pada saat mereka membutuhkan. Keputusan membeli pada dasarnya berkaitan dengan“mengapa” dan “bagaimana” tingkah laku konsumen

 Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan membeli:

 a.       Kebudayaan
Kebudayaan ini sifatnya sangat luas, dan menyangkut segala aspek kehidupan manusia. Kebudayaan adalah simbul dan fakta yang kompleks, yang diciptakan oleh manusia, diturunkan dari generasi ke generasi sebagai penentu dan pengatur tingkah laku manusia dalam masyarakat yang ada.

b.      Kelas sosial
Pembagian masyarakat ke dalam golongan/ kelompok berdasarkan pertimbangan tertentu, misaltingkat pendapatan, macam perumahan, dan lokasi tempat tinggal 

c.       Kelompok referensi kecil
Kelompok ‘kecil’ di sekitar individu yang menjadi rujukan bagaimana seseorang harus bersikap dan bertingkah laku, termasuk dalam tingkah laku pembelian, misal kelompok keagamaan, kelompok kerja, kelompok pertemanan, dll

d.      Keluarga
lingkungan inti dimana seseorang hidup dan berkembang, terdiri dari ayah, ibu dan anak. Dalam keluarga perlu dicermati pola perilaku pembelian yang menyangkut:
Siapa yang mempengaruhi keputusan untuk membeli.
Siapa yang membuat keputusan untuk membeli.
Siapa yang melakukan pembelian.
Siapa pemakai produknya.

e.       Pengalaman
Berbagai informasi sebelumnya yang diperoleh seseorang yang akan mempengaruhi perilaku selanjutnya 

f.       Kepribadian
Kepribadian dapat didefinisikan sebagai pola sifat individu yang dapat menentukan tanggapan untuk beringkah laku

g.      Sikap dan kepercayaan
Sikap adalah suatu kecenderungan yang dipelajari untuk bereaksi terhadap penawaran produk dalam masalah yang baik ataupun kurang baik secara konsisten. Kepercayaan adalah keyakinan seseorang terhadap nilai-nilai tertentu yang akan mempengaruhi perilakunya 

h.      Konsep diri
Konsep diri merupakan cara bagi seseorang untuk melihat dirinya sendiri, dan pada saat yang sama ia mempunyai gambaran tentang diri orang lain.

 Macam-Macam Situasi Pembelian

Jumlah dan kompleksitas kegiatan konsumen  dalam pembeliannya dapat berbeda-beda. Menurut Howard, pembelian konsumen dapat ditinjau sebagai kegiatan penyelesaian suatu masalah, dan terdapat  tiga macam situasi: 

1.      Perilaku Responsi Rutin
Jenis perilaku pembelian yang paling sederhana terdapat dalam suatu pembelian yang berharga murah dan sering dilakukan. Dalam hal ini pembeli sudah memahami merk-mek beserta atributnya.

2.      Penyelesaian Masalah Terbatas
Pembelian yang  lebih kompleks dimana pemeli tidak mengetahui sebuah merk tertentu  dalam suatu jenis produk yang disukai sehingga membutuhkan  informasi lebih banyak lagi sebelum memutuskan untuk membeli  

3.  Penyelesaian Masalah Ekstensif
Pembelian yang sangat kompleks yaitu ketika  pembeli menjumpai jenis produk yang kurang dipahami dan tidak mengetahui kriteria penggunaannya

 Struktur Keputusan Membeli

Keputusan untuk membeli yang diambil oleh pembeli itu sebenarnya merupakan kumpulan dari sejumlah keputusan. Setiap keputusan membeli mempunyai suatu struktur yang mencakup beberapa  komponen: 

1.      Keputusan tentang jenis produk
Konsumen dapat mengambil keputusan untuk membeli sebuah radio atau menggunakan uangnya untuk tujuan lain. Dalam hal ini perusahaan harus memusatkan perhatiannya kepada orang-orang yang berminat membeli radio serta alternatif lain yang mereka pertimbangkan.

2.      Keputusan tentang bentuk produk
Konsumen  dapat mengambil keputusan untuk membeli bentuk radio tertentu. Keputusan tersebut menyangkut pula ukuran, mutu suara, corak dan sebagainya. Dalam hal ini perusahaan harus melakukan riset pemasaran untuk mengetahui kesukaan konsumen tentang produk bersangkutan agar dapat memaksimalkan daya tarik merknya.

3.      Keputusan tentang merk
Konsumen harus mengambil keputusan tentang merk mana yang akan dibeli. Setiap merk memiliki perbedaan-perbedaan tersendiri. Dalam hal ini perusahaan harus mengetahui bagaimana konsumen memilih sebuah merk.

4.      Keputusan tentang penjualnya
Konsumen harus mengambil keputusan di mana radio tersebut akan dibeli, apakah pada toko serba ada, toko alat-alat listrik, toko khusus radio, atau toko lain. Dalam hal ini, produsen, pedagang besar, dan pengecer harus mengetahui bagaimana konsumen memilih penjual tertentu.

5.      Keputusan tentang jumlah produk
Konsumen dapat mengambil keputusan tentang seberapa banyak produk yang akan dibelinya pada suatu saat. Pembelian yang dilakukan mungkin lebih dari satu unit. Dalam hal ini perusahaan harus mempersiapkan banyak produk sesuai dengan keinginan yang berbeda-beda dari para pembeli.

6.      Keputusan tentang waktu pembelian
Konsumen dapat mengambil keputusan tentang kapan ia harus melakukan pembelian. Masalah ini akan menyangkut tersedianya uang untuk membeli radio. Oleh karena itu perusahaan harus mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam penentuan waktu pembelian. Dengan demikian perusahaan dapat mengatur waktu produksi dan kegiatan pemasarannya.

7.      Keputusan tentang cara pembayaran
Konsumen harus mengambil keputusan tentang metode atau cara pembayaran produk yang dibeli, apakah secara tunai atau dengan cicilan. Keputusan tersebut akan mempengaruhi keputusan tentang penjual dan jumlah pembeliannya. Dalam hal ini perusahaan harus mengetahui keinginan pembeli terhadap cara pembayarannya.


Segmentasi Pasar

A.  Pendahuluan

Setiap manusia punya kebutuhannya masing – masing, dari yang masih bayi hingga yang sudah lansia. Sudah seharusnya bagi setiap perusahaan untuk bisa mengenal setiap kebutuhan masyarakat dan mengelompokkannya ke dalam beberapa bagian tertentu. Dan pengelompokkan – pengelempokkan atau pengolongan – pengolongan inilah yang disebut segmentasi pasar.

perusahaan besar yang bergerak di dunia hiburan. Dalam hal ini walt disney juga menggunakan strategi segmentasi pasar dalam hal memasarkan setiap produknya. Sehingga produk – produk dari Walt Disney dapat di jangkau untuk semua usia. Seperti Baby Mickey’s Stuff untuk bayi dan anak – anak, sedangkan yang dewasa ada Mickey Unlimited. Sehingga perusahaan ini dapat meraup keuntungan yang maksimal untuk setiap produk yang mereka pasarkan.

Melihat keberhasilan yang sudah diraih oleh perusahaan walt Disney tadi, maka segmentasi pasar sangatlah penting di gunakan untuk setiap perusahaan sebagai strategi dalam memasarkan setiap produknya. Pada kesempata kali ini penulis akan membahas tentang apa itu segementasi pasar, segmentasi pasar terkait dengan kepuasan konsumen dan segementasi pasa terkait dengan profitabilitas atau keuntungan. Sehingga akhirnya kita dapat mengetahui mengapa perusahaan harus melakukan segmentasi pasar sebagai strategi pemasaran produknya.

B. Isi

1. Segmentasi Pasar

Seperti yang tadi telah disinggung dalam bagian pendahuluan, segmentasi pasar adalah suatu strategi yang dilakukan oleh perusahaan yaitu membagi – bagi kebutuhan atau keinginan konsumen yang tadinya bersifat heterogen menjadi bersifat homogen.

Segmentasi pasar dapat dilakukan di bagi – bagi dalam beberapa kelompok diantaranya adalah segmentasi berdasarkan geografis, berdasarkan sosial budaya, berdasarkan demografis dll.

Segmentasi pasar berdasarkan Geografis, pada segmentasi ini pasar di bagi berdasarkan tempat atau wilayah. Dimana orang yang memiliki tempat tinggal sama akan memiliki kebutuhan yang sama pula. Misalnya saja penjual baju – baju hangat atau jaket, akan memilih untuk berjualan di tempat – tempat yang dingin atau bersalju, seperti di benua Eropa ketika musim dingin atau di daerah pegunungan.

Segmentasi berdasarkan Sosial budaya, dalam hal ini pasar di bagi – bagi menurut kultur sosial budaya setempat. Dimana setiap kultur budaya akan sangat mempengaruhi kebutuhan seseorang, dan setiap kultur budaya memiliki kebutuhan yang berbeda – beda. Misalnya saja masyarakat kota bali yang terkenal dengan sesajenannya, maka dari kultur budaya masyarakat bali akan sangat cocok untuk berjualan perlengkapan sesajenan, dibandingkan ketika di eropa, karena kultur budayanya yang berbeda.

Segmentasi berdasarkan demografis, pada segmentasi ini pasar dikelompokkan menurut usia, jenis kelamin, status perkawinan dll yang berkaitan dengan kependudukan. Misalnya saja ketika mau berjualan perlengkapan bayi, pasti sasaran konsumennya adalah orang – orang yang sudah menikah dan sudah mempunyai bayi.

Segmentasi pasar terkait pemakaian dan situasi pemakaian. Dalam hal ini konsumen di kelompokan berdasarkan karakteristik tertentu seperti merek. Terkait dengan situasi yaitu terkait dengan situasi yang ada disekitar konsumen, seperti ketika hujan orang – orang akan cendrung membeli jas hujan atau payung.
Segmentasi pasar berdasarkan manfaat, berubahnya gaya hidup sangat mempengaruhi dalam menentukan manfaat bagu konsumen. Hal ini bisa dijadikan peluang besar bagi para pengusaha dalam memasarkan produknya terutama produk baru. Seperti misalnya produk hp zaman sekaran sudah dilengkapi dengan fitur- fitur canggih dan aplikasi – aplikasi yang seru seperti kamera, aplikasi FB, twitter, opera mini dll. Berbeda dengan zaman dulu yang hanya dilengkapi dengan fitur kalkulator dan beberapa aplikasi games saja. Hal ini berkaitan dengan manfaat lebih yang ingin di terima oleh konsumen ketika mengkonsumsi produk hp tersebut.

2. Segmentasi Pasar terkait dengan Kepuasan Konsumen

Kepuasan konsumen adalah perasaan puas setelah telah mengkonsumsi suatu produk tertentu. Kepuasan konsumen terbagi menjadi dua yaitu kepuasan fungsional dan kepuasaan psikologikal. Kepuasaan fungsional adalah kepuasaan yang diperoleh akibat dari fungsi pemakaian suatu produk tertentu sedangkan kepuasan psikologikal adalah kepuasan yang di peroleh akibat dari atribut tertentu yang tidak kelihatan seperti perasaan bangga dll.

Kepuasan pelanggan sebenarnya adalah kunci utama untuk meraih keuntungan maksimal serta untuk kelangsungan hidup suatu perusahaan, namun jika kepuasan pelanggan itu tidak terpenuhi maka produk – produk yang diproduksi akan sulit untuk dipasarkan. Salah satu cara dalam konsep dasar pemasaran adalah segmentasi pasar.

Segmentasi pasar sendiri sebenarnya sangat berkaitan erat dengan upaya memaksimalkan kepuasaan. Hal ini dikarenakan kebutuhan pasar atau konsumen sendiri telah dikelompokkan dari yang tadinya heterogen menjadi homogen. Sehingga kegiatan pemasaran menjadi lebih terfokus dan target pasarnya pun jelas.

Perusahaan Walt Disney adalah salah satu perusahaan yang sudah menggunakan strategi segmentasi pasar dalam menggapai semua kebutuhan para konsumennya. Sehingga semua orang bisa menikmati produk – produk dari perusahaan Walt Disney tersebut. Selain itu pelangganpun menjadi merasa puas karena perusahaan walt disney mampu membuat produk – produk yang sesuai bagi para konsumennya. Seperti Baby Mickey’s Stuff untuk bayi dan anak – anak, sedangkan yang dewasa ada Mickey Unlimited.

Belajar dari perusahaan Walt Disney tadi yang tidak sembarangan mengeluarkan produk – produknya tetapi terlebih dahulu perusahaan tersebut mengelompokkan terlebih dahulu kebutuhan konsumen dari yang tadinya heterogen menjadi homogen. Sehingga pemasaranpun menjadi terarah dan pelangganpun merasa puas karena kebutuhanya telah dipenuhi.  Seperti misalnya sebuah perusahaan yang memproduksi kain ulos. Sebelum memasarkan produknya, terlebih dahulu produsen melakukan segmentasi pasar berdasarkan geografis, yaitu dimana target konsumenya adalah orang – orang yang berada di daerah medan sumatra utara. Hal ini dikarenakan kain ulos adalah kain adat dari daerah medan dan banyak digunakan medan.

3. Segmentasi Pasar terkait dengan Profitabilitas/Keuntungan

Profit atau laba atau keuntungan adalah suatu hal yang harus diraih secara maksimal oleh suatu perusahaan. Salah satu cara untuk dapat meraih keuntungan yang maksimal adalah dengan melakukan strategi pemasaran yaitu segmentasi pasar.

Seperti yang telah dicontohkan dalam bagian pendahuluan diatas yaitu perusahaan Walt Disney tadi yang melakukan strategi segmentasi pasar tersebut sehingga setiap produk yang di pasarkanya bisa meraih kepuasan konsumen dan keuntungan yang maksimal.

4. Mengapa Perusahaan perlu melakukan segementasi pasar?

Sebenarnya jawabanya sederhana saja. Kebutuhan konsumen yang cenderung bersifat heterogen membuat perusahaan tidak mampu menjangkau semua kebutuhan konsumen. sehingga tanpa adanya sebuah pengelompokkan kebutuhan konsumen maka arah pemasaranpun atau bisa dikatakan target pemasaran menjadi tidak jelas. Sehingga berakibat tidak bisa meraih kepuasan konsumen juga keuntungan maksimal.
Kemudian dengan adanya strategi segmentasi pasar ini yang berdasarkan beberapa variabel seperti yang di atas telah disebutkan tadi seperti demografi, geografi dsb. Membuat perusahaan menjadi lebih mudah dalam hal menentukan target konsumennya perusahaan juga bisa mendapatkan kepuasan konsumen dan keuntungan maksimal.

Disini dapat dilihat dengan melakukan strategi segmentasi pasar ini dapat memiliki beberapa manfaat diantaranya:
1.      perusahaan akan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan-kecenderungan dalam pasar yang senantiasa berubah.
2.      Dapat mendesign produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar.
3.      Dapat menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif.
4.      Dapat mengarahkan dana promosi yang tersedia melalui media yang tepat bagi segmen yang diperkirakan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
5.      Dapat digunakan untuk mengukur usaha promosi sesuai dengan masa atau periode-periode dimana reaksi pasar cukup besar.

Selain keunggulan juga memiliki kelemahan, beberapa diantaranya yaitu:
1.      Biaya produksi akan lebih tinggi, karena jangka waktu proses produksi lebih pendek.
2.      Biaya penelitian/ riset pasar akan bertambah searah dengan banyaknya ragam dan macam segmen pasar yang ditetapkan.
3.      Biaya promosi akan menjadi lebih tinggi, ketika sejumlah media tidak menyediakan diskon.
4.      Kemungkinan akan menghadapi pesaing yang membidik segmen serupa. Bahkan mungkin akan terjadi persaingan yang tidak sehat, misalnya kanibalisme sesama produsen untuk produk dan segmen yang sama.

Sebagai solusi dari kelemahan tersebut diantaranya:
1.     Tingkatkan Efisiensi Proses Produksi
      Proses produksi yang efisien akan menghasilkan penghematan. Semakin berhemat, semakin rendah pula biaya produksi. Dengan semakin rendahnya biaya produksi, maka margin keuntungan juga samakin tinggi. Terapkan prinsip-prinsip “Total Quality Management” sistem produksi Anda untuk memangkas biaya-biaya yang tidak perlu.

2.     Fokus Pada “Core Business” Terpenting Anda
      Apakah Anda sudah mengetahui apa sebenarnya Core Business di mana Anda harus menfokuskan waktu, energi dan pikiran? Jika Anda melenceng pada hal-hal yang tidak penting, maka yang sedah Anda lakukan adalah pemborosan sumberdaya yang sangat berharga, yaitu waktu Anda.

3.     Berdayakan Orang-orang Yang Berdedikasi Melalui Kepemimpinan
      Manusia adalah sumberdaya terpenting dalam organisasi Anda. Semakin tinggi tingkat penghargaan Anda pada aspek manusia, semaking tinggi pula tingkat kemampuan untuk menciptakan keberhasilan organisasi. Dengan menerapkan prinsip-prinsip kepemimpinan organisasi yang efektif, Anda akan mampu membawa organisasi Anda ke level yang lebih tinggi dan dengan tingkat profitabilitas yang tinggi pula.

4.     Pertajam Kecerdasan Organisasi
      Apakah organisasi Anda merupakan organisasi yang cerdas? Semakin cerdas organisasi, semakin tinggi pula kemampuan organisasi Anda dalam menavigasikan diri ke arah masa depan yang lebih baik. Seberapa sering Anda memberikan pelatihan-pelatihan berkualitas bagi para karyawan untuk mempertajam kemampuan mereka dalam mengelola organisasi secara lebih profesional. Semakin cerdas organisasi, semakin tinggi tingkat profitabilitas perusahaan Anda.

5.     Kompensasi Yang Sesuai
      Manusia ingin dihargai. Jika Anda membayar lebih rendah dibandingkan kemampuan dan usaha yang sudah mereka berikan bagi organisasi Anda, mereka akan merasa dirugikan. Jika mereka merasa dirugikan, maka sebaiknya Anda jangan berharap mereka akan memberikan yang terbaik bagi organisasi Anda. Jika kita melihat negara-negara yang sistem ekonominya telah maju, kita melihat bahwa sistem kompensasi yang diterapkan merefleksikan kinerja.
Akhirnya sedikit tambahan tentang kriterian segmentasi pasar dikatakan effektig apabila:
1.     Dapat dijangkau
2.     Dapat diukur
3.     Memberikan keuntungan

C.  Kesimpulan

Jadi akhirnya suatu perusahaan sangatlah perlu melakukan yang namanya strategi segmentasi pasar. Hal ini dikarenakan strategi segmentasi pasar ini adalah sebuah solusi tentang bagaimana menentukan arah tujuan pemasaran atau dikatakan target pasarnya.

Beberapa perusahaan ternama seperti Walt Disney, KFC Fried Chikken, PT Sepatu Bata dll juga melakukan strategi pasar dalam memasarkan produk mereka. Seperti produssen sepatu bata yang melakukan segmentasi berdasarkan demografis, misalnya ada sepatu yang untuk orang dewasa, untuk balita, untuk olahraga dll,  KFC Fried Chicken melakukan segmentasi pasar atas dasar budaya setempat contohnya paket nasi hanya ada di Indonesia, karena yang menjadi makanan utama negara Indonesia adalah nasi. Walt Disney contohnya Seperti Baby Mickey’s Stuff untuk bayi dan anak – anak, sedangkan yang dewasa ada Mickey Unlimited. Dsb.

Dari beberapa contoh perusahaan bekken diatas sudah membuktikan bagaimana dahsyatnya strategi segmentasi ini. Tetapi perlu diperhatikan juga bahwa pesaing yang membidik segmen serupa

D. Sumber