Sabtu, 27 Oktober 2012

Tugas Sofskill Ekonomi Koperasi


Kunjungan ke Koperasi

1.  Bagaimana anda akhirnya bisa diterima untuk wawancara dengan pengurus koperasi tersebut?

koperasi yang akan kami kunjungi berada di daerah Jakarta, dan kebetulan sekali salah seorang anggota dari koperasi tersebut adalah ibu dari salah seorang anggota kelompok kami. Jadi sebelum kami mengunjungi koperasi tersebut, kami meminta tolong beliau untuk menelepon pengurus koperasi agar kami diberikan izin untuk bertanya-tanya mengenai koperasi tersebut.

Setelah izin didapat keesokan harinya kami datang ke koperasi tersebut. Kami bertemu dengan ibu teman kami, kemudian beliau mempertemukan kami dengan pengurus koperasi. Pengurus koperasi tersebut menyambut kami dengan sangat ramah. Dan mulailah kami mewawancarai beliau seputar koperasi yang ia kelola.

2.  Berdasarkan jenis kegiatannya, koperasi yang anda kunjungi merupakan koperasi jenis apa?  Jelaskan dengan cara membandingkan antara yang anda lihat dengan teori tentang jenis-jenis koperasi! Jelaskan perbedaan dan persamaannya dengan teori!

Koperasi yang kelompok kami datangi merupakan jenis koperasi simpan pinjam. Cara simpan pinjam yang dilakukan di sana adapun sebagai berikut:

Ø  Anggota mengajukan permohonan pinjaman maksimal 10.000.000 dengan tempo maksimal 2 tahun dan bunga 1%
Ø  Pinjaman tujuan bisnis maksimal 20.000.000 dengan tempo maksimal 2 tahun dan bunga 2%

Hal tersebut sangat sesuai dengan teori koperasi simpan pinjam berikut:

Koperasi Simpan Pinjam
Koperasi Simpan Pinjam melayani para anggotanya untuk menabung dengan mendapatkan imbalan . Bagi anggota yang memerlukan dana dapat meminjam dengan memberikan jasa kepada koperasi. Pengembalian pinjaman dilakukan dengan mengangsur. Jasa yang diberikan kepada penabung dan jasa yang diterima koperasi dari peminjam sesuai dengan kesepakatan pada rapat anggota.


Dibandingkan dengan teori jenis-jenis koperasi yang lainnya, sangatlah tidak sesuai.
a.    Koperasi Produksi
Koperasi Produksi melakukan usaha produksi atau menghasilkan barang. Barang-barang yang dijual di koperasi adalah hasil produksi anggota koperasi. Bagi para anggota yang memiliki usaha, dapat memasok hasil produksinya ke koperasi. Misalnya, berupa hasil kerajinan, pakaian jadi, dan bahan makanan.
b.    Koperasi konsumsi
Koperasi Konsumsi menyediakan semua kebutuhan para anggota dalam bentuk barang antara lain berupa:bahan makanan, pakaian, alat tulis atau peralatan rumah tangga.
c.    Koperasi Serba Usaha
Koperasi Serba Usaha (KSU) terdiri atas berbagai jenis usaha. Seperti menjual kebutuhan pokok dan barang-barang hasil produksi anggota, melayani simpan pinjam dan pelayanan jasa.

Kamis, 21 Juni 2012

Tugas Lab.Internet Dasar


1. Cara membuat menu drop down di blogspot adalah sebagai berikut:
Sign ke Blogger > Design > Page Elements
Pilih dan tambahkan Gadget HTML/JavaScript yang berada di bawah Header blog anda dan tambahkan kode dibawah ini:
<div id='mbtnavbar'>
          <ul id='mbtnav'>
            <li>
              <a href='#'>Beranda</a>
            </li>
            <li>
              <a href='#'>Tentang saya</a>
           </li>
            <li>
              <a href='#'>Produk</a>
            </li>
      <li>
               <a href='#'>Kontak</a>

                <ul>
                    <li><a href='#'>Facebook</a></li>
                    <li><a href='#'>Twitter</a></li>
                    <li><a href='#'>Yahoo</a></li>
                  </ul>
            </li>

          </ul>
        </div>
Keterangan:
Ganti tanda # dengan lamat url yang diinginkan
Apabila ingin menambah menu anda tinggal menambahkan kode di-bawah sebelum kode </ul>
<li>
          <a href='#'>Tab Name</a>
        </li> 
Sekarang masuk ke Design > Edit HTML
Untuk jaga-jaga apabila ada kesalahan, silahkan anda download dulu template anda sebagai back up.
Cari kode ]]></b:skin>
Tambahkan kode di-bawah tepat sebelum kode ]]></b:skin>

/*----- MBT Drop Down Menu ----*/


    #mbtnavbar {
        background: #000000;
        width: 880px;
        color: #FFF;
            margin: 0px;
            padding: 0;
            position: relative;
            border-top:0px solid #000000;
            height:35px;

    }


    #mbtnav {
        margin: 0;
        padding: 0;
    }
    #mbtnav ul {
        float: left;
        list-style: none;
        margin: 0;
        padding: 0;
    }
    #mbtnav li {
        list-style: none;
        margin: 0;
        padding: 0;
            border-left:1px solid #DDD;
            border-right:1px solid #DDD;
            height:35px;
    }
    #mbtnav li a, #mbtnav li a:link, #mbtnav li a:visited {
        color: #000;
        display: block;
       font:normal 12px Helvetica, sans-serif;
       margin: 0;
        padding: 9px 12px 10px 12px;
            text-decoration: none;
         

    }
    #mbtnav li a:hover, #mbtnav li a:active {
        background: #809FFE;
        color: #FFF;
        display: block;
        text-decoration: none;
            margin: 0;
        padding: 9px 12px 10px 12px;
         
     

    }

    #mbtnav li {
        float: left;
        padding: 0;
    }
    #mbtnav li ul {
        z-index: 9999;
        position: absolute;
        left: -999em;
        height: auto;
        width: 160px;
        margin: 0;
        padding: 0;
    }
    #mbtnav li ul a {
        width: 140px;
    }
    #mbtnav li ul ul {
        margin: -25px 0 0 161px;
    }
    #mbtnav li:hover ul ul, #mbtnav li:hover ul ul ul, #mbtnav li.sfhover ul ul, #mbtnav li.sfhover ul ul ul {
        left: -999em;
    }
    #mbtnav li:hover ul, #mbtnav li li:hover ul, #mbtnav li li li:hover ul, #mbtnav li.sfhover ul, #mbtnav li li.sfhover ul, #mbtnav li li li.sfhover ul {
        left: auto;
    }
    #mbtnav li:hover, #mbtnav li.sfhover {
        position: static;
    }

    #mbtnav li li a, #mbtnav li li a:link, #mbtnav li li a:visited {
        background: #809FFE;
        width: 120px;
        color: #000;
        display: block;
        font:normal 12px Helvetica, sans-serif;
        margin: 0;
        padding: 9px 12px 10px 12px;
            text-decoration: none;
    z-index:9999;
    border-bottom:1px dotted #333;

     
    }
    #mbtnav li li a:hover, #mbtnavli li a:active {
        background: #2646A6;
        color: #FFF;
        display: block;
        margin: 0;
        padding: 9px 12px 10px 12px;
            text-decoration: none;
    }
Keterangan:
Silahkan Ganti kode yang saya tandai merah di-atas sesuai dengan keinginan anda.
Jangan Lupa Simpan pekerjaan anda
Demikaian Langkah-langkah dalam cara membuat menu drop down blogspot –Bagian2 kali ini. semoga  bermanfaat.
1.     Hal-hal yang telah dipelajari di Labindas :
Hari pertama saya belajar tentang sejarah internet, pengertian protocol, domain, dan sebagainya. Di hari ke dua saya belajar mengenai search enginee, web browser, portal, klien, dan server.
2.      Pesan dan Kesan :
Labindas : komputernya tolong diganti dengan yang lebih canggih atau modern. Ini kan laboratorium internet dasar, seharusnya bisa menggunakan teknologi yang lebih modern demi kelancaran pembelajaran lab. Internet dasar.
Tutor dan Asisten : Tolong kakak-kakak tutor dan asisten daang terlambat ya, kalah dong sama adik-adik kelasnya yang datang lebih pagi.

Senin, 11 Juni 2012

Negeriku


SIAPA TAKUT ?
           
            “Pakai hitam ? siapa takut.” Demikian tagline sebuah produk shampo di sebuah stasiun TV swasta. “Takut” kata-kata tersebut sekarang sudah menjadi rasa yang pahit dalam diri setiap manusia Indonesia. Ketakutan yang wajar dan yang tidak wajar menjadi wacana dalam imajinasi dan realita hidup. “Takut sama siap?”. Sama Tuhan, sama manusia, sama hewan, sama jin, setan atau sama diri sendiri. Tapi takut yang ini adalah ketakutan yang menyebabkan satu manusia dengan manusia yang lain ribut, bentrok bahkan terjadi kekacauan bahkan saling bunuh.
            Ke”takut”an satu kelompok (komunitas) dengan kelompok yang lain. Kelompok Nasionalis takut dengan kelompok agamais yang sepertinya akan menggerus nilai-nilai nasionalis. Begitu juga sebaliknya. Kelompok Agamais takut dengan kelompok Liberalis yang seakan-akan membebaskan apa saja tanpa memandang kaidah moral agama sebagai patokan. Kelompok Liberalis takut dengan kelompok Agamais yang hanya akan membatasi hak-hak mereka sebagai manusia yang bebas memilih.
            Satu kelompok Agamis takut dengan kelompok Agamais yang lain yang akan menyebabkan para pengikutnya menjadi murtad lantaran diiming-imingini oleh isi perut. Kelompok tanpa agama (sekuler) tidak akan suka jika manusia menjadi lemah karena memiliki agama.
            Inilah ke”TAKUT”an yang tidak wajar. Bagaimana tidak, Tuhan saja yang menciptakan manusia tidak akan takut jika hamba-Nya tersebut menjadi pembangkang atas eksistensi-Nya sebagai Tuhan. Manusia diberikan aqal, alat indra dan hati untuk memahami-Nya dan utnuk memahami dirinya sendiri. Manusia diberikan kebebasan memilih, iman atau kafir, lurus atau sesat, melebihi kemuliaan malaikat atau lebih hina dari setan. Dan keyakinannya itu akan dipertanggung jawabkannya kemudian.
            Maka untuk menjadi manusia tetap manusia yang paripurna (mulia) sudah seharusnya manusia mempunyai hukum yang akan mengatur hubungan manusia dengan yang lainnya. Dalam negara kita yang kita cintai ini, Pancasila merupakan warisan para pendiri bangsa ini yang wajib tetap dijaga hingga titik darah penghabisan. UUD 1945 Amandemen adalah sendi-sendi hukum yang merekat erat menyatukan keping-keping permata di bumi pertiwi ini.
            Apapun suku, budaya, agama, dan bahasa dan mereka adalah warga negara serta rakyat Indonesia, maka wajib menjungjung tinggi Pancasila dan UUD 1945 sebagai pandangan hidup bagi rakyat dan bangsa Indonesia ini. Tanpa terkecuali.
            Tetapi dalam arus global saat ini, tatanan hukum satu negara dengan negara yang lainnya bisa saling mempengaruhi dan bisa saling menjatuhkan. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini pun tidak luput dari imbas pengaruh faham negara lain. Tapi kita jangan takut, karena kalau takut kita akan bertindak tidak wajar.
            Ada beberapa sifat manusia yang akan merusak suatu kelompok dengan kelompok yang lainnya.
            1. Dengki, sifat dengki yang terus dipelihara dalam diri manusia akan melahirkan kebencian, betapa dahsyat dan besar akibat yang ditimbulkan jika suatu agama, suku, bangsa membenci agama, suku dan bangsa lainnya.
            Menghilangkan sifat dengki dan kebencian dengan penyadaran diri atau kelompok, bahwa kita hidup di atas bumi ini tidak sendirian. Kita hidup dalam komunitas yang beragam, ratusan suku, budaya, bahasa, kepercayaan, agama dan bangsa ada dalam dunia ini. Ini harus dijaga, saling menghormati, saling menghargai, saling menolong dalam sisi kemanusiaan. Hingga akan tercipta hubungan yang harmonis yang dinamis.
            2. Dendam, tidak akan selesai urusan manusia jika dendam terus membara. Kita melihat bagaimana satu suku dengan suku yang lainnya di Papua saling serang dan membunuh karena dendam. Dan hal itu tidak akan selesai jika tidak ada korban jiwa yang sama. Dan karena dendam tersebutlah pertikaian terus terjadi.
            Bagaimana menyudahi kemelut yang terus terjadi, dengan penegakkan hukum yang tegas dan adil, serta memberikan pemahaman bahwa pertikaian dan peperangan bukanlah jalan yang terbaik.
            3. Khianat, betapa banyak kesenjangan yang terjadi dalam kehidupan di negeri tercinta ini. Banyak tikus mati di lumbung padi, ini ungkapan pepatah yang membuat miris mereka yang punya hati yang bersih. Janji telah diucapkan, dukungan telah ditunaikan. Tetapi peng”khianat”an terhadap janji-janji dan sumpah kesetiaan itulah yang dikhianati.
            Sekiranya gunung yang kukuh diserahkan amanat dari pencipta-Nya, maka gunung tersebut akan runtuh, karena betapa berat dan tidak akan sanggup gunung tersebut memegang amanat. Tetapi manusia yang bodoh (culas) akan tertawa menyeringai sambil mengunyah amanat tersebut dan berkata, “Wani piro ?”
           
            Negeriku, Bangsaku, Rakyatku. Janganlah engkau takut. Tapi bangkitlah untuk menyatukan kepinga-kepingan permata yang berserakan di khatulistiwa ini dengan memuliakan perbedaan yang ada.
            Wahai Ibu Pertiwi, basuhlah kebencian dan dendam dengan air matamu agar bersih dan suci. Duhai para pemimpin kami, ucapan-ucapanmu akan harum laksana bunga surga bagi kami, jika engkau lurus tidak berkhianat terhadap kami.
            Ya Allah, Tuhan kami, terimakasih telah Engkau berikan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini sebagai Rumah kami yang indah bagai Pelangi.   

Jumat, 13 April 2012

Tugas 2 Latihan Soal

Choose The Correct Answer

1.The employees responsible for carrying out general office duties, filling in forms and keeping statistics are...
a   clerks


2.The employees who sell a company's products are the sales representatives, usually known as ………..
c   reps


3.The employees who decide what to purchase, and who make the purchases of  finished goods or components to be  made into goods, are the ………..
c   buyers


4. The employees who are responsible for seeing that the finished goods are well made are the
b   quality controllers


5. The clerical workers who use typewriters or word processors and who produce letters, memos or othe documents, are ...........
a   secretaries


6. The employees who check a company's financial affairs are the ............
b   accountants      


7.The employees who are responsible for preparing checks, pay packets and pay slips are the ............
a   wages clerks


8. The workers who process data, under the control of managers and supervisors, are the computer …….
b   operators    


9.The person who greets a visitor and tells him or her how to get to the right office is the ..........
c   receptionist


10.  The employees who deal with a company's telephone calls are the
c   switchboard operators


11.The Board of ......is responsible for deciding on and controlling the strategy of a corporation or company.
 b   Directors


12. Small businesses depend on investors providing ………capital.
b   individual      


13. Investors are influenced by the projected ………. on their capital.
a   market  


14. The capital needed to run a business is provided by ...........
c   investment


15. Rent and rates, which do not change as turnover volume changes, make up the .......costs of a company.
a   fixed  

Choosing The Words In The Box   

1.       Problems in programs are caused by (j. Bugs)

2.       Silicon (a. Chips) contain a set of integrated circuits, reduced to a very small size.

3.       Obtaining (a. Information) is done by (b. Processing) data.

4.       Software produces images which can appear on the screen as (i. Graphics)

5.       Memory that is permanent, cannot be written to, and can only be read, is (i. ROM)

6.       Memory into which information can be loaded and from which data can be read, is (d. Files)

7.       Operators (c. Load) into the computer's memory a program that they want to use.

8.       Analysing ways of doing things, and of improving them, is done by (l. Systems) analysts.

9.       "What you see is what you get" explains (h. WYSIWYG)

10.    A single disk can contain a large number of different (b. RAM)

11.    (k. Controls) can carry out instructions or operations when certain conditions occur.

12.    The operators (m. scroll) lines of text up the screen, so that a new line appears at the bottom and the top line disappears.

Senin, 09 April 2012

Tipe If-Clause dan Wish

Tipe If- Clause

If clauses digunakan untuk menyatakan sebuah kondisi atas kejadian atau keberadaan sesuatu.
Contoh : If you mix sugar with water, it will dissolve
Here, the sugar will dissolve on the condition that you mix it with water.
Ada tiga tipe if clauses:

Type 1. mengenai kejadian nyata
Dalam tipe 1, if clause dalam present tense, sedangkan main clause biasanya dalam bentuk present, future, atau imperative.
Contoh:
If you go to the drug store, buy me a soft drink. (present ; imperative)
If Mary calls, I’ll invite her to the concert. (present ; future)
If Mary should  call, I’ll invite her to the concert. (modal ; future)

Type 2
Type 2 is concerned with hypothetical  or unreal situations in the present. (berkaitan dengan khayalan atau situasi yang tidak nyata saat ini.)
-          If I had the money, I would buy a motorcycle.
This is called a hypothetical  if clause because I don’t have the money but I am imagining what I would do if I did.

Type 3
Type 3 is concerned with hypothetical discussion about the past.
-          If I had known you were sick, I would have made you some soup. (past perfect-modal past)
Here the implication is that I didn’t know you were sick (and that you may no longer be sick).
-          If you had been here yesterday, you could have seen Pam. (past perfect-modal past)
It is clear in the example that you were not here yesterday.

Tipe Wish

 Type 1. mengenai kejadian nyata
Dalam tipe 1, if clause dalam present tense, sedangkan main clause biasanya dalam bentuk present, future, atau imperative.

 Type 2
Type 2 .is concerned with hypothetical  or unreal situations in the present. (berkaitan dengan khayalan atau situasi yang tidak nyata saat ini.)

Type 3
Type 3 .is concerned with hypothetical discussion about the past  

Fungsi dari masing-masing tipe :

Type 1.
Dalam tipe 1, if clause dalam present tense, sedangkan main clause biasanya dalam bentuk present, future, atau imperative.

Type 2
Type 2 .is concerned with hypothetical  or unreal situations in the present. (berkaitan dengan khayalan atau situasi yang tidak nyata saat ini.)

Type 3
Type 3 .is concerned with hypothetical discussion about the past.

10 contoh kalimat pengandaian beserta faktanya :

1.      I wish I knew how to dance ( I don’t know how to dance )
2.      I wish I had a bicycle ( I don’t have a bicycle )
3.      I wish I were home in bed ( I’m not home in bed )
4.      I wish it weren’t cold today ( It’s cold today )
5.      We wish we were in Bali ( We aren’t in Bali )
6.      I wish I had a car ( I don’t have a car )
7.      I wish I had a tape recorder ( I don’t have a tape recorder )
8.      I wish I had studied for the test ( I didn’t study for the test )
9.      John wishes he had finished his work ( John didn’t finish his work )
10.  I wish I hadn’t gone to the meeting ( I went to meeting )

Conditional Sentences

Definisi Conditional Sentences

Conditional Sentences merupakan kalimat yang digunakan untuk menyatakan pengandaian suatu peristiwa yang belum terjadi atau bahkan tidak mungkin terjadi. Kalimat pengandaian ini memiliki beberapa bentuk yang mewakili beragam bentuk waktu, dengan kata lain, bentuk kalimat pengandaian ini akan tergantung pada bentuk waktu peristiwa yang diandaikan.

Bentuk Conditional Sentences

Conditional Sentences atau kalimat pendandaian terdiri dari dua jenis, yaitu real (nyata) dan unreal (tidak nyata). Pengandaian nyata adalah bentuk pengandaian dimana pengandaian tersebut dapat menjadi kenyataan, sedangkan pengandaian tidak nyata adalah bentuk pengandaian yang tidak mungkin akan jadi kenyataan karena beberapa sebab seperti dijelaskan di bawah ini:

RUMUS

Conditional 1

1. IF + S + Present Tense, S + Future Tense

Contoh :

- If it doesn’t rain, I will go shopping.

Real Condition : It will probably rain or not,
so I will probably go shopping or not.

 Conditional 2

2. If + S + Past Tense, S + Past Future

Contoh :

-If you came home earlier, I would make you a cake

Real Condition : You don’t come home earlier,
So I don’t make a cake for you.

Conditional 3

3. If + s + Past Perfect, S + Future Past Perfect

Contoh :

- If you had studied hard, you would have passed the exam.

Real condition : you didn’t study hard, so you didn’t pass the exam

Contoh Kalimat Conditional Sentences

1.      If i have a lot of money, i will buy a new car.
2.      You’ll pass the exams if you study hard.
3.      You might be successful if you tried harder.
4.      If i had some information, i could let you know.
5.      I will send her an invitation if I find her address.
6.      If you don't have breakfast, you will be hungry.
7.      If the magazine is on my table, you can take it.
8.      If you come early you will not get punish from our headmaster.
9.      If the weather is nice tomorrow, we will go on picnic.
10.  If were you, I would accept their invitation

Sabtu, 07 April 2012

Kalimat Pasif Berbentuk Negatif dan Kalimat Pasif Berbentuk Kalimat Tanya

1.) Passive voice negatif
- Ray isn’t helped by Ade
- The paper isn’t cut by Merry
- A ceremony is not held by somebody
- The movies were not watched by them yesterday
- You were not shown the sights.
- The house was not built by me.
- He will not have been shown the sights.
- We should not be shown the sights.
- The cat was not kicked by me
- The motorcycle is not driven by him

2)Kalimat tanya
- Is The King of Majapahit built the castle?
- Is that girl who kicking me?
- Is cake eaten by her?
- Were they watched the movies last sunday?
- Were you shown the sights?
- Were the project worked by them this month?
- Is the car driven by him?
- Is Andy riding the bicycle?
- Were the concert successed last nigh?
- were they finished the papers this month?